BPJS DAN ALLIANZ BAGUS MANA?

Home  /  Info Terbaru  /  BPJS DAN ALLIANZ BAGUS MANA?

BPJS DAN ALLIANZ BAGUS MANA?

 

Asuransi BPJS dan Allianz bagus mana?

Keduanya tidak bisa dibandingkan karena konsep-nya juga beda. Yang satu asuransi komersial yang satunya asuransi sosial. Yang satu harus ada untung tersisa yang satunya ngga harus untung (malah defisit terus). Masing-masing ada plus dan minusnya.

 

Kalau anda sekarang sakit, misal merokok sehat walafiat selama 30 tahun, ketika usia 50 tahun anda kena serangan jantung, lalu mengalami gagal jantung. Lebih parah lagi ternyata para-paru juga bermasalah, ada penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) karena kebiasaan merokok anda. Jalan sedikit sesak, mau kerja ngga bisa, mau berhubungan suami istri juga ngga mampu. Biaya pengobatan sebulan mencapai 2 juta. Tidak dimakan obatnya sakit memburuk, akhirnya harus dirawat, keluar biaya 10 juta. Anda butuh bantuan untuk bisa hidup mendekati normal.

 

Bagaimana caranya?

 

Kalau anda ikutan asuransi komersial, misal Allianz,Prudential, AXA, Generali, dll, anda kemungkinan besar anda ditolak untuk bergabung karena risiko sakit anda dinilai terlalu tinggi. Begitu pula berbagai macam kelainan bawaan yang memerlukan perawatan berulang atau tindakan mahal, tidak bisa ditanggung olah asuransi komersial. Saya sering ada pasien yang baru ketahuan memiliki sakit jantung bawaan saat dewasa. Biaya operasi kalau bayar sendiri bisa mencapai 100 juta rupiah, tidak ada asuransi yang mau menanggungnya

 

Kecuali BPJS.

 

Anda sudah punya punya penyakit gagal jantung, PPOK, Stroke, bahkan penyakit jantung bawaan. Tidak usah pusing dengan biaya yang luar biasa besar, tinggal daftar BPJS maka penyakit anda bisa ditangani.

 

Tapi apakah punya BPJS saja cukup?

 

Tidak, karena apa yang ditanggung BPJS juga belum sempurna. Saya gunakan kata “belum” karena saya berharap kedepannya bisa ada perbaikan. Karena iuran yang minim, anggaran yang dimiliki BPJS pun minim, akibatnya tarif yang dibayarkan ke RS juga minim.

 

Contohnya apa?

 

Pasien dirawat di ICU, RS habis 30 juta, BPJS hanya bayar 10 juta. Sisanya RS harus mau tanggung rugi. Akibatnya? Pasien BPJS sekarang kesulitan cari ruang rawat ICU karena kalau dirawat di ICU sudah pasti RS defisit besar.

 

Tarif operasi di RS kelas C/D umumnya minim. Akibatnya apa? Jumlah operasi / tindakan dibatasi, pasien dirujuk ke RS yang lebih besar. Menumpuklah pasien di RS rujukan, antri menunggu giliran operasi.

 

Untuk kasus pembunuh nomer satu di Indonesia sendiri, serangan jantung dan stroke. Obat fibrinolitik yang seharusnya diberikan terpaksa tidak diberikan karena tarif untuk RS-nya minim.

 

Pada kondisi-kondisi diatas saya rasa diperlukan juga asuransi komersial seperti Allianz. Kekurangan biaya bisa tertutupi oleh asuransi komersial yang anda miliki. Jadi menurut saya kalau memang mampu punya keduanya akan lebih baik untuk anda dan keluarga.

 


Comments are closed.